Minggu, 25 Juni 2017

Sejarah Parabadag








Singkat cerita Sebelum adanya Parabadag .  Didesa pungpungan sudah ada kelompok yang bernama "Remopan"

 Bersamaan bergantinya tahun berganti Pula generasi-generasi dimasa itu Remaja Sepantara "mbah si, mbah yanto, mbah jo dan senggrah" Yang telah mengganti Remopan Menjadi Parabadag, 
 Karna  mereka ingin mempunyai nama yang lebih horor Yang lebih cocok sehingga bisa Membawa Desa Pungpungan Menjadi Lebih Terhormat Dan di segani semua golongan. 

Beberapa usul nama yaitu  pondok lampor menurut mereka kurang pas maka mencari yang lebih cocok atau "sangar" sangar yang berarti Menang Tak pernah terkalahkan. 

Akirnya mereka memilih nama genderuwo untuk bahan pertimbangan karena genderuwo Makluk yang Horor.
Munculah beberapa ide yaitu parabadakeo Masukan dari "mbahyanto" Dialah yang sering membuat kata aneh-aneh / Parian.  "Mbahsi Dan teman-teman waktu itu sepakat Setuju dengan Nam Tersebut Memberi Nama parabadakeo Yang Berarti "brangasan"  setelah itu mereka memikirkan penetapan tulisan yang intelek maka keo nya di ganti Huruf g maka jadilah Nama "PARABADAG" Akirnya Sekitar Tahun 1991 Berdirilah PARABADAG. 

Asal Usul Genderuwo Diatas Dahulu Ada Sebuah Pohon Mangga Didepan Warung "Pakde Limun" di Bawah pohon tersebut ada sebuah "gek" Atau tempat duduk yang sedikit panjang bisa buat tiduran. Beberapa cerita jika di saat malam hari Sesosok Makluk Halus Yang dinamakan Genderuwo Sering nampak jika hanya Ada 1 orang Atau 2 orang yang berada di tempat tersebut. Benar dan tidaknya saya sendiri belum begitu tau sosok makluk halus tersebut. 


Pernah Sempat Nama Parabadag Di tambah yaitu parabadag anak sungai . Penambahan Kata sungai di ambil dari pemuda yang sering mengambil pasir di bengawan solo . Tahun 90an.

Setiap desa itu tak lepas dari karakter pemuda maka ada yang ingin menunjukan fisiknya menujukan ahklaknya menunjukan kecerdasannya maupun pinternya ada yang ingin menunjukan jabatannya ada yang ingin tunjukan mistiknya ini adalah karakter dari parapemuda.  maka para pemuda tidak bisa lepas dari kejelekannya maupun kebaikan dalam pribadinya ketika mereka menghadapi kehidupan di lingkungan maka wajar ketika mereka menghadapi proses benturan baik buruknya kehidupan bermasyarakat .
Ketika mereka pada fase tertentu mereka mulai berfikir terhadap prilaku mereka dalam menghadapi gejolak gejolak di masyarakat maka mulailah mereka dihadapi suatu pilihan dimana mereka bisa menghadapi kehidupan kedepan .

Bersikap positiflah dengan parabadag ayo bangkit pemuda pemudi desa pungpungan mulai dari sosial adat dan agama banyak potensi potensinya dari anak parabadag jangan pernah menghakiminya kasih wadah yang baik yang bisa di terima oleh mereka parabadag

Sumber cerita 
Mas Lisdianto atau Terkenal Dengan Julukan Bang Haji 


PARABADAG Generasi religi

PARABADAG Generasi Terbaru

Warga Desa Pungpungan

ACARA
 Takbir Keliling
Solat Idul Fitri
Dan Sambang Sinambang Di Rumah Warga Ds pungpungan


















Kamis, 22 Juni 2017

Parabadag

Takbir Keliling Desa


Menghibau Para Teman-Teman Yang akan Diadakan Takbir Keliling Desa Pungpungan.

Dari Tim “PARABADAG” Sejak Dulu Belum Pernah Diadakan Takbir Keliling Desa. Mungkin Dimulai Dari Sekarang Generasi “PARABADAG” Yang di kordinasi oleh “Paijo” (Cak Rouf) Yang Baru Pulang Dari Surabaya ( Mudik ) telah Memberi Pencerahan Pada Generasi Baru Dengan Semangatnya Untuk Mengkordinasi Diadakannya Takbir Keliling Bersama Demi Meramaikan Desa. 

Dia Berkata “Nak Golek Hadiah ae KapanNgramekne Desamu” …..?????
Dan Menggagalkan Acara Takbir Keliling Di Dukoh Bilo Yang Hadiahnya Menggiurkan yaitu 3 Ekor Kambing, Dan Tim “PARABADAG” Menyetujui nya. 
Urung Wahaye Maen Nok Bilo”  
Telah Di sepakati Semua Tim “PARABADAG”  Besok Pagi Habis Sholat Jum’atan Diadakan Kumpul Bersama Guna Pembahasan Takbir Keliling Dan Menyediakan Perlengkapan Yang Dibutuhkan ,
 Semoga Acara Takbir Keliling Yang akan Dilaksananakan Diberi Ke Lancaran Dan Ke Sukses Amin….. 
Tim “PARABADAG” 
Pungpungan23 Juni 2017

Festifal Uklik Bohjonegoro 2017 Tim PARABADAG




Dalam memperingati bulan suci romadhan kab bojonegoro setiap tahun mengadakan Lomba Festifas Uklik Bojonegoro 2017, tepatnya di alun alun kota bojonegoro . Diikuti oleh ratusan peserta group. 
Dan kali ini untuk pertama kalinya Dari ds. Pungpungan ikut serta dalam memeriahkan Festifas Uklik bojonegoro tersebut,
Gerombolan pemuda yang Tak asing di kalangan Daerah ku yang memiliki julukan “PARABADAG”, yang terkenal Pemuda-pemudanya yang “HOROR” Dimasa Dulu Kini Akan Menampilkan Kelompok “PARABADAG ISLAMIC” yang di pimpin Generasi-Generasi Baru.
Malam ini telah diadakan Rapat Besar-besaran  yang dikomando para senior-seniornya. Terliput  “Jemblong / ayah afisHaengGenyun,dll” yang tak bisa ku sebut satu persatu 


Suasana malam yang dingin Menjadi lebih semangat Terlihat keseriusan wajah-wajah mereka untuk memenangkan hadiah 10 juta tersebut. Haeng berkata ” ojok lali nak menang Senior-seniore Jatah 500san” hahaha Pajek Sudah Di tentukan itu lah Indonesia. 
Pembinaan Uklik “PARABADAG” yang sudah di brifing para seniornya di depan Masjid Nurul Fattah  dan Bisa Di lihat di youtub UKLIK PARABADAG
Tim pendukung 
– Pak Kamituo “Ridwan Efendi”
– Editor “Yuli Ateng
Oh ya Koordinator nya tak terlupa 
 Ali Mustofa ( saya sendiri )
Pungpungan, 6 Mei 2017



Parabadag Bersholawat